Laman

Selasa, 26 April 2011

RINGKASAN


Nama : Heni Pujiarti
Npm : 10208585
Kelas : 3EA10
Tulisan Softskil Bahasa Indonesia
RINGKASAN
Pengertian Ringkasan
Ringkasan berasal dan bentuk dasar “ringkas” yang berarti singkat, pendek, dari bentuk yang panjang. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu bentuk karangan yang panjang yang dihadirkan dalam jumlah yang singkat. Suatu ringkasan disajikan dalam bentuk yang lebih pendek dari tulisan aslinya dengan berpedoman pada keutuhan topik dan gagasan yang ada didalam tulisan aslinya yang panjang itu.
Ringkasan  adalah penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat atau cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat.
     Ringkasan merupakan penyajian singkat dari karangan asli tetapi dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandangan pengarang asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat itu.
Penulis ringkasan harus memahami isi tulisan asli. Dia berbicara sebagai “penyambung lidah” penulis asli dengan karangannya yang lebih pendek. Penulis ringkasan tidak dapat melepaskan dirinya dari penulis asli dalam hal kesan yang dimunculkan oleh ringkasannya itu. Oleh sebab itu ringkasannya, tetap memperthankan keberadaan isi bab perbab,bagian perbagian dengan sangat memperdulikan tata urutan yang ada dikarangan asli. 
Ciri-ciri Ringkasan:
a)      Mempersingkat suatu tulisan
b)      Terdapat inti sari bacaan
c)      Bentuknya lebih pendek atau lebih ringkas
d)     Struktural wacananya tetap, tetapi tidak berubah sesuai dengan unsur teks bacaan.
Tujuan Membuat Ringkasan
Sebuah ringkasan dibuat atas kerja menyingkat atau memendekan sebuah karangan yang panjang. Dia harus mampu memilah- milah mana gagasan utama dan mana gagasan bawahan. Ringkasan dibuat untuk membantu membaca buku untuk membaca hal itu dalam waktu yang singkat dengan cara menghemat waktu.
Tujuan ringkasan adalah memahami dan megetahui isi sebuah buku atau karangan, maka latihan-latihan untuk maksud tersebut akan membimbing dan menuntun agar membaca karangan asli dengan cermat, dan bagaimana harus menulisnya kembali dengan tepat.  Penulis tidak akan membuat ringkasan dengan baik bila ia kurang cermat membaca, bila ia sanggup membeda-bedakan gagasan utama dari gagasan-gagasan tambahan. Kemampuan membedakan tingkat-tingkat gagasan itu akan membantunya mempertajam tingkat-tingkat gagasan itu akan membantunya mempertajam gaya bahasa, serta menghindari uraian-uaraian yang panjang lebar yang mungkin menyelusup masuk dalam karangan tersebut.

Cara  Membuat Ringkasan
Beberapa hal dalam meringkas karangan perlu diperhatikan oleh penulis ringkasan. Yang perlu dketahui adalah ringkasan itu tidak terwujud andai kata penulis ringkasan tidak membaca buku asli dengan baik. Oleh sebab itu langkah yang ditulis oleh penulis ringkasan adalah :
a)         Membaca naskah asli sampai paham dan bahkan berkali-kali
b)        Mencatat beberapa gagasan semua paragraf
c)         Mengadakan reproduksi
  Cara untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur, adalah sebagai berikut : 
  1.  Membaca Naskah Asli  
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh penulis ringkasan adalah membaca naskah asli. Pembacaan tersebut dapat diakukan berkali-kali agar pembaca tersebut memahami benar isi karangan itu.  Oleh sebab itu pembaca harus mehami benar-benar apa yang dipikirkan oleh penulis didalam tulisannya itu. Dengan membaca secara cermat apa yang tertulis itu, pembacanya dapat  isi karangan itu. Penulis perlu juga mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang. Untuk membantu penulis mencapai hal tersebut, maka judul dan daftar isi karangan itu dapat dijadikan pegangan. Sebab itu pada waktu membaca karangan isi, penulis hendaknya memperhatikan daftar isi karangan (kalau ada) sehingga lebih mudah ia mendapat kesan umum, maksud pandangan pengarang yang tersirat dalam karangan itu.
             2. Mencatat Gagasan Utama
    Pencatatan gagasan utama dimaksudkan adalah pencatatan bagian penting-penting. Gagasan utama dapat berupa inti bacaan. Dengan pencatatan itu dapat juga diketahui bagian mana yang perlu dan bagian mana yan tidak diperlukan didalam menulis ringkasan. Jadi penatatan gagasan utam itu bertujuan :
    a)      Untuk mengendalikan pikiran pembaca daam penulisan ringkasan
    b)      Memilah hal yang penting dan tidak penting
    Tindakan atau langkah yang harus dikerjakan adalah membaca kembali kerangan itu bagian demi bagian, alinea demi alinea itu sambil mencatat semua gagasan yang penting dalam bagian atau alinea itu.
    3. Mengadakan  Reproduksi
    Mengadakan reproduksi dimaksudkan adalah menulis ringkasan yang telah dibaca itu. Penulisan ringkasan itu dapat dilakukan setelah melalui dua tahap pertama,Penulisan itu didasarkan pada urutan yang terdapat pada sumber asli atau karangan aslinya. Jadi penulisan ringkasan tidak dilaksanakan secara sembarang, tetapi dilakukan sesuai urutan tulisan  aslinya, oleh sebab itu pada tahap pencatatan sudah dapat digambarkan urutan paragraf tulisan asli itu. Dalam tulisan ringkasan ini kalimat-kalimat tulisan asli harus dihindari. Kalimat yang dipkai adalah kalimat penulis ringkasan itu sendiri. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa ringkasan itu adalah hasil ringkasan sendiri terhadap tulisan atau wacana. 
    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik :
    Ø   Sebaiknya dalam menyusun ringkasan dipergunakan kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.
    Ø   Bila mungkin ringkaslah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata.
    Ø   Jumlah alinea tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan.
    Ø   Bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dibuang.
    Ø   Pertahankan susunan gagasan asli, sertaringkaskanlah gagasan-gagasan itu dalam urutan seperti urutan naskah asli.
    Ø   Ketentuan tambahan : di samping ketiga langkah diatas masih ada beberapa ketentuan tambahan yang perlu diperhatikan pada waktu menyusun ringkasan (langkah ketiga).
    Contoh Ringkasan novel Sang Pemimpi, pertama kali terbit pada Juli 2006, diterbitkan oleh PT.Bentang Pustaka. Dibanding Laskar Pelangi, novel ini lebih tipis, sebut saja tebalnya kurang lebih separuh dari Laskar Pelangi lebih spesifiknya separuh lebih.

    Sumber :
    Tasai Amran S. Dan E Zaenal  Arifin, Cermat Berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi, Akademika Pressindo 
    Alwi, Hasan, Soenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, Anton, M. Moeliono, 1998,  Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka
    Keraf, Gorys. 1994. Komposisi. Nusa Tenggara Timur: PT. Nusa Indah
    M.Moeliono, Anton 1984, Santun Bahasa Jakarta Gramedia





    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar